Tarawih
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam
Sayyidah Aisyah radhiyalahu ‘anha pernah ditanya tentang shalat
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam di bulan Ramadhan, lalu beliau
menjawab, “Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam tidak pernah menambah, baik
di bulan Ramadhan maupun di luar Ramadhan, lebih dari sebelas rakaat.”
Imam As-Suyuthi rahimahullah berkata, “Hadis-hadis yang shahih dan hasan
menunjukkan perintah dan anjuran untuk shalat tarawih tanpa dibatasi berapa
jumlah rakaatnya. Tidak ada yang menyebutkan bahwa Rasulullah Shallallahu
‘Alaihi Wasallam shalat tarawih sebanyak 20 rakaat. Beliau hanya melakukan
shalat pada malam-malam Ramadan tanpa disebutkan berapa jumlah rakaatnya.”
Ibnu Hajar Al-Haitami rahimahullah juga mengungkapkan pernyataan senada,
“Tidak ada riwayat shahih bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam shalat
tarawih sebanyak 20 rakaat. Riwayat yang menyebutkan bahwa beliau shalat
tarawih sebanyak 20 rakaat sangatlah lemah.”
Niat
Melaksanakan Shalat Tarawih
Jika anda akan melaksanakan Shalat Tarawih maka harus berniat. Niatnya
sebagai berikut:
Ushalli sunnatat taraawiihi rakataini (mamuman/imaaman) lillahi taaalaa
Artinya: Aku niat Shalat Tarawih dua rakaat ( menjadi makmum/imam) karena
Allah Taala
Keutamaan
Shalat Tarawih di Bulan Ramadhan
Sayyidina Ali bin Abi Thalib berkata bahwa Nabi pernah ditanya tentang
Keutamaan Shalat Tarawih Di Bulan Ramadhan. Nabi menjawab dengan sabdanya
sebagai berikut :
1. Di malam pertama, Orang mukmin keluar dari dosanya , seperti saat dia
dilahirkan oleh ibunya.
2. Di malam kedua, ia diampuni, dan juga kedua orang tuanya, jika
keduanya mukmin
3. Di malam ketiga, seorang malaikat berseru dibawah Arsy: Mulailah
beramal, semoga Allah mengampuni dosamu yang telah lewat.
4. Di malam keempat, dia memperoleh pahala seperti pahala membaca Taurat,
Injil, Zabur, dan Al-Furqan Al-Quran.
5. Di malam kelima, Allah Taala memeberikan pahala seperti pahala orang
yang shalat di Masjidil Haram, masjid Madinah dan Masjidil Aqsha.
6. Di malam keenam, Allah Taala memberikan pahala orang yang berthawaf di
Baitul Makmur dan dimohonkan ampun oleh setiap batu dan cadas.
7. Di malam ketujuh, seolah-olah ia mencapai derajat Nabi Musa a.s. dan
kemenangannya atas Firaun dan Haman.
8. Di malam kedelapan, Allah Taala memberinya apa yang pernah Dia berikan
keDi Nabi Ibrahim as
9. Di malam kesembilan, seolah-olah ia beribadat keDi Allah Taala
sebagaimana ibadatnya Nabi saw.
10. Di malam kesepuluh, Allah Taala mengaruniai dia kebaikan dunia dan
akhirat.
11. Di malam kesebelas, ia keluar dari dunia seperti saat ia dilahirkan
dari perut ibunya.
12. Di malam kedua belas, ia datang pada hari kiamat wajahnya bagaikan
bulan di malam purnama.
13. Di malam ketigabelas, ia datang Di hari kiamat dalam keadaan aman
dari segala keburukan.
14. Di malam keempat belas, para malaikat datang seraya memberi kesaksian
untuknya, bahwa ia telah melakukan shalat tarawih, maka Allah tidak
menghisabnya Di hari kiamat.
15. Di malam kelima belas, ia didoakan oleh para malaikat dan para penanggung
(pemikul) Arsy dan Kursi.
16. Di malam keenam belas, Allah menerapkan baginya kebebasan untuk
selamat dari neraka dan kebebasan masuk ke dalam surga.
17. Di malam ketujuh belas, ia diberi pahala seperti pahala para nabi.
18. Di malam kedelapan, belas, seorang malaikat berseru, Hai hamba Allah,
sesungguhnya Allah ridha kedirimu dan ke ibu bapakmu.
19. Di malam kesembilan belas, Allah mengangkat derajat-derajatnya dalam
surga Firdaus.
20. Di malam kedua puluh, Allah memberi pahala para Syuhada (orang-orangyang
mati syahid) dan shalihin (orang-orang yang saleh).
21. Di malam kedua puluh satu, Allah membangun untuknya gedung dari
cahaya.
22. Di malam kedua puluh dua, ia datang Di hari kiamat dalam keadaan aman
dari setiap kesedihan dan kesusahan.
23. Di malam kedua puluh tiga, Allah membangun untuknya sebuah kota di
dalam surga.
24. Di malam kedua puluh empat, ia memperoleh duapuluh empat doa yang
dikabulkan.
25. Di malam kedua puluh lima, Allah Taala menghapuskan darinya azab
kubur.
26. Di malam keduapuluh enam, Allah mengangkat pahalanya selama empat
puluh tahun.
27. Di malam keduapuluh tujuh, ia dapat melewati shirath Di hari kiamat,
bagaikan kilat yang menyambar.
28. Di malam keduapuluh delapan, Allah mengangkat baginya seribu derajat
dalam surga.
29. Di malam kedua puluh sembilan, Allah memberinya pahala seribu haji
yang diterima.
30. Di malam ketiga puluh, Allah ber firman : Hai hamba-Ku, makanlah
buah-buahan surga, mandilah dari air Salsabil dan minumlah dari telaga Kautsar.
Akulah Tuhanmu, dan engkau hamba-Ku.







